BARITO KUALA – Di pelaksanaan TMMD Ke-129 yang sibuk, Kodim 1005/Barito Kuala menemukan pemandangan sederhana bernilai mendalam.

Bukan tentang pekerjaan fisik, bukan pula tentang beratnya medan yang harus ditaklukkan. Namun, tentang sebuah kedekatan yang tumbuh tanpa sekat antara prajurit dan anak-anak di Desa Tamban Bangun, Kecamatan Tamban, Minggu (19/7).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala, Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., tampak menyempatkan diri berinteraksi bersama anak-anak di sekitar lokasi kegiatan TMMD.

Dengan posisi duduk sejajar, suasana pun terasa begitu cair. Seragam loreng yang dikenakan tidak menjadi jarak, justru menjadi jembatan yang mempertemukan seorang prajurit dengan keceriaan anak-anak desa.

Di bawah teduh pepohonan dan di tepian lingkungan warga, percakapan sederhana seolah menjadi bahasa yang paling mudah dipahami. Senyum, sapaan dan perhatian kecil menjadi bukti bahwa kehadiran Satgas TMMD bukan hanya untuk membangun jalan, rumah, tempat ibadah maupun fasilitas lainnya.

Lebih dari itu, TMMD juga hadir untuk membangun kedekatan dan menanamkan rasa kebersamaan.

“Anak-anak adalah bagian dari masyarakat. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun desa secara fisik, tetapi juga untuk membangun hubungan yang baik dengan seluruh masyarakat,” ujar Letkol Inf Anton Mahriadi.

Kedekatan tersebut menjadi gambaran bahwa di balik tugas dan tanggung jawab seorang prajurit, terdapat sisi humanis yang selalu hadir. Sebab, membangun desa bukan hanya tentang memperbaiki apa yang tampak oleh mata, tetapi juga tentang merawat rasa percaya dan kebersamaan.

Di Desa Tamban Bangun, TMMD terus berjalan. Dan di antara deru pekerjaan serta aktivitas pembangunan, senyum anak-anak menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.(1005).

By Nusa2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *